28 Desember 2015

PENGUMUMAN SELEKSI TENAGA KONTRAK TAHUN ANGGARAN 2016

PENGUMUMAN

Berdasarkan hasil seleksi administrasi dan uji tertulis , maka kami mengundang yang namanya  tercantum dibawah ini (lulus seleksi administrasi dan ujian tertulis) untuk hadir pada :
         Hari/tanggal    : Selasa, 29 Desember 2015
         Pukul               : 08.30 WIB s/d selesai
         Tempat            : Aula Puskesmas 1 Cilongok
         Acara              : Uji kompetensi dan wawancara seleksi tenaga kontrak UPT Puskesmas 1 
                                   Cilongok tahun anggaran 2016
Demikian surat pemberitahuan ini, sekaligus sebagai undangan seleksi .
Atas perhatiannya diucapkan terimakasih

DAFTAR NAMA SELEKSI UJI KOMPETENSI DAN WAWANCARA :

FORMASI PERAWAT
11. KASIYATI
12. SUSILO YULIANTO
07. AKHMAD MUAWWAM H.A
08. DILI YUDA PANAMA
06. TANTY CAHYATUN
15. FAHMI FAZRUL FIQI
16. CLARA SINTA RITMADANTI
10. ABDUH HASSAN ALBANA
13. NDARI JAMIL SAPUTRI
14. ISNA ARDIATI

FORMASI BIDAN :
31. WIWIT HIDAYAH
25. AZELYA UTAMI
24. MUSTIKA DEWI
34. IKA LUSIANI
27. KARTIKA DWI SETIANI
35. DESTIKA PUTRI
29. KUSNIYATI
28. DWI ESTRI AGUSTINA
23. DESI ANGGRAENI



DAFTAR NAMA SELEKSI WAWANCARA

FORMASI DOKTER :
05. dr.MARIA ANGELA S W
01.dr.DIANA NOVITA SARI
02. dr.IMAM DWI INDRAS S
04. dr.AZIZAH ASIH R
03. dr.AZIZAH ASIH R

FORMASI IT :
50. RAHMAT FERDIANA
51. VIVIN YUDHA PRATAMA
46. KHOERI PRIYANTO 

ANALIS KESEHATAN :
57. DINA PUTRI YUNITA
59. YANA RUFAEDAH
52. REVINGKA GANGGA AMP

ADMINISTRASI :
60. SHERLLY
61. CHANDRA
62. NINING USTIYANI

FORMASI PENJAGA MALAM / SATPAM
63. SUBHKAN
64. ADE SETIAWAN
68. IMAM MA'SUS

FORMASI SUPIR :
72. WEGIONO
73. KRISTANTO SAPUTRO
74. ABDUL AZIZ AMALUDIN

KEBERSIHAN / CLEANING SERVICE
79. WARSENI
77. EKO TRI WINARSO
78. ADE LISTIONO

 FORMASI AKUNTAN :
45. RHINA PUSPITASARI

FORMASI GIZI :
44. ERA YUNIANINGSIH

FORMASI LAUNDRY
81. SITI ALFIAH

26 Desember 2015

PENGUMUMAN TEST SELEKSI TENAGA KONTRAK PUSKESMAS I CILONGOK 2016

PENGUMUMAN TEST SELEKSI TENAGA KONTRAK PUSKESMAS 1 CILONGOK
TAHUN ANGGARAN 2016

Untuk pelamar yang telah lolos seleksi administrasi, dapat mengikuti proses seleksi berikutnya yang akan dilaksanakan pada hari : SENIN, 28 DESEMBER 2015

dengan ketentuan sebagai berikut :
seleksi tertulis dengan Materi TPA ( Test Potensi Akademik).

Adapun pelaksanaan Test TPA adalah :
Gelombang I : No. Ujian 01 - 48
           Tempat pelaksanaan   : Aula Puskesmas 1 Cilongok ( Lantai 2)
            Pukul                         : 09:00 WIB s/d 10:00 WIB

Gelombang II : No. Ujian 49 - 84
           Tempat Pelaksanaan  : Aula Puskesmas 1 Cilongok (lantai 2)
            Pukul                         : 10:30 WIB s/d 11:30 WIB


Peserta Ujian diharapkan membawa :
  1. Identitas Diri
  2. Alat Tulis
  3. Papan Ujian
adapun daftar peserta ujian sebagai berikut :

NO NAMA FORMASI
1 DR.DIANA NOVITASARI DOKTER
2 DR.IMAM DWI INDRAS SETIAWAN DOKTER
3 DR.ARY NAHDIYANI AMALIA DOKTER
4 DR.AZIZAH ASIH RATNANINGTYAS DOKTER
5 DR.MARIA ANGELA STELLA WIJAYA DOKTER
6 TANTY CAHYATUN PERAWAT
7 AKHMAD MUAWAM H.A PERAWAT
8 DILI YUDA PANAMA PERAWAT
9 CLARA SINTA RITMADANTI PERAWAT
10 ABDUH HASSAN ALBANA PERAWAT
11 KASIYATI PERAWAT
12 SUSILO YULIANTO PERAWAT
13 NDARI JAMIL SAPUTRI PERAWAT
14 ISNA ARDIATI PERAWAT
15 FAHMI FAZRUL FIQI PERAWAT
16 MELLI FETRIHANA PERAWAT
17 NURSITI PERAWAT
18 TYAS AGUSTIN HAJIATI PERAWAT
19 TIARISTAWATI ANISSARI PERAWAT
20 INNE WULANDARI PERAWAT
21 AGUSTINA SETIANINGSIH PERAWAT
22 DESY TWO RICA S. PERAWAT
23 DESI ANGGRAENI BIDAN
24 MUSTIKA DEWI SULISTYOWATI BIDAN
25 AZELYA UTAMI BIDAN
26 DEVI ANGGRAENI BIDAN
27 KARTIKA DWI SETIANI BIDAN
28 DWI ESTRI AGUSTINA BIDAN
29 KUSNIYATI BIDAN
30 SRI LESTARI SUSILOWATI BIDAN
31 WIWIT HIDAYAH BIDAN
32 AFNI SOVIATI BIDAN
33 FRANSISKA DWI OKTAVIRANI BIDAN
34 IKA LUSIANI BIDAN
35 DESTIKA PUJI SETIANINGRUM BIDAN
36 NITA WAHYUNINGSIH BIDAN
37 SITI MA'RIFAH BIDAN
38 ENI SUSANTI BIDAN
39 LISA NINDITIA BIDAN
40 SITI MARNISA BIDAN
41 DEWI NAENI ROHMAH BIDAN
42 SULI ASTUTI BIDAN
43 EVI SEPTIANI BIDAN
44 ERA YUNIANINGSIH GIZI
45 RHINA PUSPITA AKUNTAN
46 KHOERI PRIYANTO IT
47 MUHAMMAD PUJO SAPUTRO IT
48 KELVIN STEFFANES SUMAMPOUW IT
49 DESTYAN IKA PUJIATI IT
50 RAHMAT FERDIANA IT
51 VIVIN YUDHA PRATAMA IT
52 REVINGKA GANGGA AMP ANALIS KESEHATAN
53 BADRIYAH ANALIS KESEHATAN
54 DWI AMINAH ANALIS KESEHATAN
55 EVIE AGUSTINA ANALIS KESEHATAN
56 IKRAR SEJATI ARIJON PUTRI ANALIS KESEHATAN
57 DINA PUTRI YUNITA ANALIS KESEHATAN
58 NUR AZIZAH ANALIS KESEHATAN
59 YANA RUFAEDAH ANALIS KESEHATAN
60 SHERLLY ADMINISTRASI
61 CANDRA APRYANI ADMINISTRASI
62 NINING USTIYANI PRAMUSAJI
63 SUBKHAN PENJAGA MALAM/SECURITY
64 ADE SETIAWAN SECURITY
65 SUPRIYANTO SECURITY
66 ERLA OKTRIANTO SECURITY
67 DWI WAHYU P. SECURITY
68 IMAM MA'SUS SECURITY
69 KADEK OKA WIDHI S. SECURITY
70 MINNAN NUR ROKHMAN SECURITY
71 ARIF YULIANTO SECURITY
72 WEGIYONO SUPIR
73 KRISTANTO SAPUTRA SUPIR
74 ABDUL AZIZ AMALUDIN SUPIR
75 ARMAN SUBEKTI SUPIR
76 KHOEROHMAN SUPIR
77 EKO TRI WINARNO CLEANING SERVICE
78 ADE LESTIONO CLEANING SERVICE
79 WARSENI CLEANING SERVICE
80 IKA AMBARSARI SMK
81 SITI ALFIAH SMK
82 NUR KSELINA RAMBE SMK
83 YOAN FEBRIANA SMK
84 BAYU PRATAMA AFRIYANTO SMK



























































































































































20 Desember 2015

PELATIHAN PENANGANAN KEBAKARAN

Bekerja di sebuah Fasilitas Pelayanan Kesehatan jelas tak bisa lepas dari kemungkinan kecelakaan kerja atau bahaya yang salah satunya adalah kebakaran. Aspek bahaya ini menjadikan pekerja Puskesmas membuat  suatu system keselamatan kerja. Sebelum itu maka  perlu difahami pula bagaimana proses terjadinya kebakaran, bahan-bahan kimia apa saja yang mudah terbakar serta bagaimana cara penanggulangannya secara benar.
Inilah yang dilakukan Puskesmas 1 Cilongok pada tanggal 15-16 Desember 2015 dalam kegiatan Inhouse Training (IHT) "Penanganan Kebakaran"
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh karyawan karyawati Puskesmas 1 Cilongok dengan narasumber Tim Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas. Yamg memberikan penjelasana tentang penanganan kebakaran dan melakukan pelatihan langsung cara penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Segitiga Api
Ditinjau dari jenis api, dapat dikategorikan menjadi jenis api jinak dan liar. Jenis api jinak artinya api yang masih dapat dikuasai oleh manusia, sedang jenis api liar tidak dapat dikuasai. Inilah yang dinamakan kebakaran.
Proses kebakaran atau terjadinya api sebenarnya bisa kita baca dari teori segitiga api yang meliputi elemen bahan, panas dan oksigen. Tanpa salah satu dari ketiga unsur tersebut, api tidak akan muncul. Oksigen sendiri harus membutuhkan diatas 10% kandungan oksigen di udara yang diperlukan untuk memungkinkan terjadinya proses pembakaran.
Sedang mengenai sumber panas bisa bisa muncul dari beberapa sebab antara lain :
  1. Sumber api terbuka yaitu penggunaan api yang langsung dalam beraktifitas seperti : masak, las, dll. 
  2. Listrik Dinamis yaitu panas yang berlebihan dari sistem peralatan/rangkaian listrik seperti : setrika, atau karena adanya korsleting. 
  3. Listrik Statis yaitu panas yang ditimbulkan akibat loncatan ion negatif dengan ion positif seperti : peti. 
  4. Mekanis yaitu panas yang ditimbulkan akibat gesekan/benturan benda seperti : gerinda, memaku, dll.
  5. Kimia yaitu panas yang timbul akibat reaksi kimia seperti : karbit dengan air
Bagaimana caranya untuk memadamkan api?
Agar bisa memadamkan secara cepat, perlu difahami segitiga api seperti yang telah diuraikan diatas yaitu menghilangkan salah satu unsur dari segitiga api.
Selain itu harus ada sarana dan prasarana alat pemadam kebakaran. Alat yang sifatnya tradisional masih bisa dipakai seperti karung goni, pasir, termasuk keperluan komunikasi kentongan dll. Sedang untuk alat pemadam kebakaran yang sifatnya umum antara antara lain Hidrant, Mobil pemadam kebakaran, Alat pemadam api ringan (APAR), sprinkler, dll.
Disamping itu alat pemadam api lain yang mempunyai sifat sebagai racun api, antara lain karbon dioksida, Bahan Kimia kering multi guna dan bubuk kering. Dari beberapa macam alat pemadam api tersebut masing‐masing mempunyai kegunaan dan aturan tersendiri.


31 Oktober 2015

Benarkah I-Doser Digital Narkotika Sebabkan Kecanduan??

Benarkah I-Doser Digital Narkotika Sebabkan Kecanduan Dr. Taruna Ikrar, M.D., PhD adalah Adjunct Professor, dan Pengajar di Fakultas Kedokteran, University of California, Amerika Serikat


Laporan Dr. Taruna Ikrar, M.D., PhD*)

Dewasa ini Digital Narkotik baru saja membuat kehebohan, karena di beritakan bahwa I-Doser dapat meimbulkan Halusinasi, Ilusi, hingga ketergantungan, layaknya Narkotik. Kontroversi ini sebetulnya bukan hanya terjadi di Indonesia bahkan diberbagai Negara maju didunia, semisal Amerika Serikat.
Pemerintah Amerika Serikat, telah melarang penggunaan iPod dan ponsel pintar ke aplikasi dan situs I-Doser disemua sekolah dinegeri paman sam tersebut. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi ini masih bersifat pro dan kontra, karena masih ada bukti ilmiah yang mendukung klaim efek penggunaannya, berdasarkan gelombang suara binaural.

A. Penggunaan Gelombang Suara Binaural
Secara prinsip penggunaan I-Doser merupakan sebuah aplikasi suara yang memperdegarkan audio proprietary. Penggunaan I-Doser bertujuan untuk mensimulasikan keadaan mental tertentu melalui penggunaan gelombang suara binaural beats. Suara binaural merupakan dua nada yang mengalun dalam frekuensi nada di bawah 1,00 Hz. Ditemukan pada tahun 1839 oleh Heninrich Wilhelm Dove, dia menggunakan untuk relaksasi, meditasi dan kreativitas.
Binaural beats, atau nada binaural, adalah artefak pengolahan pendengaran, atau suara, yang disebabkan oleh rangsangan fisik tertentu. Efek pada gelombang otak tergantung pada perbedaan dalam frekuensi setiap nada. Misalnya, jika 300 Hz dimainkan di satu telinga dan 310 yang lain, maka binaural beat akan memiliki frekuensi 10 Hz.
Penelitian neurosains dilaporkan beberapa efek dari I-Doser menunjukkan bahwa dapat mempengaruhi aspek kinerja mental dan suasana hati, bahkan bisa berefek sebagai suplemen penurun rasa sakit atau bahkan mempengaruhi persepsi. Otak menghasilkan fenomena yang mengakibatkan denyutan-frekuensi rendah dalam amplitudo dan lokalisasi suara suara yang dirasakan ketika dua nada pada frekuensi yang sedikit berbeda disajikan secara terpisah. Perbedaan Nada akan dirasakan, seolah-olah dua nada dicampur secara alami, dalam otak. Perbedaan antara dua frekuensi yang kurang atau sama dengan 30 Hz akan memberikan efek pada orang yang mendengarkan suara tersebut.
Jika nada murni yang berbeda disajikan untuk setiap telinga, akan ada fase perbedaan waktu yang dirasakan berdarkan perbedaan frekuensi antara kedua sinyal yang diterima antara kedua telinga. Jika perbedaan frekuensi antara sinyal yang didengar oleh telinga lebih rendah dari beberapa hertz, sehingga sistem pendengaran dapat mengikuti perubahan perbedaan tersebut dalam waktu interaural. Sehingga pendengaran akan merasakan perbedaan frekwensi tersebut dan memberikan efek pada kesadaran si pendengar.
 Sensasi binaural beats diyakini berasal di inti "olivary superior", bagian dari batang otak. Mereka tampaknya terkait dengan kemampuan otak untuk menemukan sumber suara dalam tiga dimensi dan untuk melacak bergerak suara, yang juga melibatkan colliculus inferior (IC) neuron. Selanjutnya mengaktifkan sensorimotor pada daerah lain diotak, yaitu daerah: cingulate, opercular bilateral, ventral korteks prefrontal, subcortically, insula anterior, putamen, dan thalamus.
Namun, tidak semua peneliti neurosains percaya akan efek diatas, bahkan peneliti dari Oregon Health dan Science University mersa skeptis atau tidak percaya, dan menganggap I-doser nya berupa suara ilusi semata.

B. Fungsi Otak dan Binaural Beats
Binaural beats dapat mempengaruhi fungsi otak dengan cara rangsangan atau stimulasi reseptor pendengaran. Konsepnya adalah bahwa jika salah satu bagian pendengaran menerima stimulus dengan frekuensi di kisaran gelombang otak tertentu, selanjutnya frekuensi gelombang otak dominan, sehingga dikatakan cenderung bergerak ke arah frekuensi stimulus .
Selain itu, gelombang suara binaural berhubungan dengan persepsi dan stereo spasial pendengaran dan sesuai dengan frekuensi respon, yang akan mengaktivasi berbagai situs di otak berikut. Telah diketahui bahwa pendengaran manusia terbatas pada rentang frekuensi dari 20 Hz sampai 20.000 Hz, tetapi frekuensi gelombang otak manusia berada di bawah sekitar 40 Hz. Sebagai contoh, jika sebuah gelombang sinus 315 Hz didengar oleh telinga kanan dan 325 Hz ke telinga kiri, otak akan menerima perbedaan frekuensi sekitar 10 Hz, (Gelombang alpha).
Selanjutnya gelombang alpha dikaitkan dengan relaksasi, ini memiliki efek relaksasi, atau jika dalam rentang beta, lebih kewaspadaan. Percobaan dengan rangsangan suara binaural menggunakan frekuensi dalam kisaran beta pada beberapa peserta dan berbagai delta / theta pada peserta lain yang ditemukan kinerja kewaspadaan yang lebih baik dan suasana hati pada mereka tentang keadaan siaga terjaga stimulasi beta-range.
Sehingga penggunaan binaural telah digunakan cukup luas dalam upaya untuk mendorong berbagai atau merangsang munculnya efek relaksasi, fokus, perhatian, dan kondisi kesadaran. Bahkan penelitian telah membuktikan bahwa dengan latihan yang sering dalam upaya membedakan frekuensi suara, dapat memberikan efek terhadap plastisitas sel-sel saraf.

C. Perbedaan I-Doser vs. Narkotika
I-Doser berbeda dengan Narkotika Kimiawi. Dimana Narkotika kimiawi adalah setiap senyawa psikoaktif dengan sifat yang menginduksi sistem saraf pusat. Misalnya: morfin, heroin dan turunannya, seperti xanax. Dari sudut pandang farmakologi, narkotika digunakan hanya untuk menghilangkan rasa sakit yang parah. Ketika digunakan dengan hati-hati dan di bawah perawatan langsung dokter, obat ini dapat efektif dalam mengurangi rasa sakit. Obat-obat tersebut bekerja pada sistem saraf pusat di Otak, yang secara spesifik menghambat rasa sakit, namun dilain sisi memberikan efek samping euphoria, dan delusi, bahkan berbagai efek samping yang sangat membahayakan.
Kecanduan narkoba dapat menyebabkan akibat yang serius, dengan konsekuensi jangka panjang, yang berhubungan dengan kesehatan fisik, mental, pekerjaan, dan hukum. Dengan akibat yang berbahaya tersebut, penderita membutuhkan bantuan dari dokter, keluarga, teman, pendukung atau bahkan program pengobatan terorganisir untuk mengatasi kecanduan narkoba.
 
Beberapa gejala berikut, meliputi: Kegagalan penderita untuk berhenti menggunakan narkotika akibat ketergantungan, gangguan persepsi visual, pendengaran dan rasa, Memori yang buruk (penurunan daya ingat), peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, mata merah, koordinasi penurunan, kesulitan berkonsentrasi, peningkatan nafsu makan, perlambatan reaksi, berpikir paranoid, delusi dan euphoria. Perasaan berlebihan sebahagiaan besar atau baik makhluk (euforia), koordinasi penurunan, mengantuk dan kehilangan kesadaran. Bahkan pada dosis tinggi, mereka dapat menyebabkan kejang, koma dan kematian.
Perawatan kecanduan narkoba dilakukan rawat inap terorganisir atau program pengobatan rawat jalan, konseling, dan kelompok masyarakat. Khususnya untuk membantu menolak menggunakan obat adiktif setelah fase rehabilitasi. Hal ini sangat tergantung pada tingkat kecanduan, bahkan mungkin diperlukan langkah-langkah untuk medis dengan menggunakan obat anti narkoba (detoksifikasi).
Demikian pula perlu pentahapan dalam mengobati penderita ketergantungan narkotika, sebagai berikut: (Konseling) Terapi perilaku dapat membantu penderita mengembangkan cara-cara untuk mengatasi ketagihannya. Detoksifikasi adalah untuk berhenti keracunan obat adiktif secepat dan seaman mungkin. Detoksifikasi , dapat diterapkan secara bertahap mengurangi dosis obat atau mengganti sementara zat lain, seperti metadon, yang memiliki efek samping yang kurang parah.
Selanjutnya, Berbeda dengan I-Doser, tidak memiliki spesifik reseptor didalam otak, yang bisa menimbulkan ketergantungan seperti pada narkotika kimiawi. Sehingga dengan demikian I-Doser tidak akan bisa menyebabkan ketagihan layaknya narkotika. I-Doser hanya meneybabkan efek relaksasi dan suasana kegembiaraan, dengan efek psikologis mengurangi rasa sakit. I-doser hanya bisa menimbulkan efek ketertarikan seperti jika seseorang menikmati lagu tertentu, sehingga mereka menikmati dan mengalami fans berat pada penyanyi dan lagu-lagu tersebut.
*) Dr. Taruna Ikrar, M.D., PhD adalah Adjunct Professor, dan Pengajar di Fakultas Kedokteran, University of California, Amerika Serikat

28 Maret 2015

Peluncuran Posbindu (Pos Binaan Terpadu) Harapan Sehat Puskesmas 1 Cilongok

Posbindu (Pos Binaan Terpadu) yang telah dilaksanakan oleh Puskesmas 1 Cilongok sejak dirintis di Desa Karanglo mulai melebarkan sayapnya di beberapa desa di wilayah Puskesmas 1 Cilongok, hal ini ditandai dengan dibukanya Posbindu Desa Cikidang, Desa Karang Tengah, Desa Panembangan dan Desa Gununglurah. Hal ini dikarenakan begitu antusiasnya respon masyarakat terhadap pelayanan kesehatan Posbindu. Posbindu merupakan kegiatan yang berbasis pada masyarakat dan merupakan pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar gedung dan petugasnya sendiri melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya.

Seiring dengan kesuksesan Posbindu di beberapa desa yang telah dilaksanakan maka puskesmas berinisiatif untuk mengadakan Posbindu sendiri di kalangan karyawan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui status kesehatan para karyawan yang mencakup IMT, tekanan darah, status gizi, kadar kolesterol, asam urat serta gula darah. Dalam perkembangannya Posbindu yang dilaksanakan di Puskesmas diberi nama "Posbindu Harapan Sehat". Hal ini dimaksudkan agar karyawan diharapkan selalu sehat dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga kegiatan pelayanan dapat berlangsung dengan lancar tanpa kendala apapun.


Posbindu Harapan Sehat terdiri dari 5 meja, yaitu
1. Meja 1 : Pendaftaran
2. Meja 2 : Pemeriksaan Fisik berupa pengukuran tekanan darah, berat badan dan tingi badan
3. Meja 3 : Pemeriksaan Biokimia berupa pemeriksaan asam urat, kolesterol
4. Meja 4 : Konseling
5. Meja 5 : Pencatatan


Hari ini secara resmi Posbindu Harapan Sehat Puskesmas 1 Cilongok dibuka, pelaksanaan kegiatan dijadwalkan setiap minggu ke 4.
Posbindu ini memiliki slogan "CERDIK" yang merupakan singkatan dari :
1. C : Cek Kesehatan secara berkala
2. E : Enyahkan Asap Rokok
3. R : Rajin berolahraga
4. D : Diet seimbang
5. I : Istirahat yang cukup
6. K : Kelola Stress


Lokakarya Mini Puskesmas Bulan Maret 2015

Hari ini, Sabtu 28 Maret 2015 diadakan lokakarya mini Puskesmas seperti yang biasa dilakukan setiap bulan. Lokakarya mini kali ini bertempat di aula Puskesmas 1 Cilongok dan dihadiri oleh seluruh karyawan/ karyawati Puskesmas.
Dalam sambutannya, dr. Novita Sabjan menguraikan beberapa hal yang perlu diketahui oleh seluruh karyawan. beliau menjelaskan bahwa ada sebuah wacana dari Bupati Banyumas yang menginginkan tidak ada pembatasan wilayah bagi pasien yang ingin berobat di Puskesmas terutama bagi pasien pemegang KBS dan BPJS di luar wilayah FKTP bersangkutan. Bupati mengharapkan pasien tersebut harus tetap dilayani walaupun tanpa ada biaya pendaftaran, namun pelaksanaannya harus menunggu surat edaran untuk jadwal pelaksanaan dan realisasinya. Beliau juga menyoroti tentang pentingnya Rekam Medik baik buat Puskesmas maupun pasien itu sendiri karena Rekam medik merupakan rahasia pasien dan memiliki kekuatan hukum dan setiap org tidak bisa untuk mengetahui isi dari rekam medis bahkan untuk memasuki ruangan RM pun tidak sembarang orang.


Di tengah acara diadakan sumpah bagi petugas RM dalam hal ini Saudara Yuli Tri Antoro yang telah mengikuti pelatihan Rekam Medik selama 3 minggu di bulan sebelumnya, dalam pengucapan sumpah tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas 1 Cilongok serta disaksikan oleh 4 perwakilan karyawan Puskesmas. Kepala Puskesmas berharap agar sistem rekam medik dapat diperbaharui sesuai dengan pelatihan yang didapatkan sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan dokumen pasien dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada pasien itu sendiri maupun pada hukum yang berlaku. Beliau menjelaskan bahwa petugas rekam medik mempunyai tanggungjawab untuk menjaga kerahasiaan serta dedikasi tinggi terhadap dokumen rekam medik sehingga harus disumpah.


Acara dilanjutkan dengan pemamaparan materi yang disampaikan oleh Yuli Tri Antoro selaku petugas rekam medik, beliau menyampaikan kembali tentang hasil yang diperoleh dari pelatihan selama 3 minggu diantaranya tentang definisi, fungsi rekam medik sampai dengan metode penyimpanan dokumen rekam medik itu sendiri. 


Di akhir acara diberikan 3 penghargaan karyawan berprestasi tingkat Puskesmas, perhitungannya mengacu pada kinerja karyawan selama 1 tahun terakhir. Karyawan tersebut layak mendapatkan penghargaan atas kinerjanya selama ini .
Adapun karyawan yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah :
1. Bapak Jumadi
2. Dewi Probowati, AMd. Keb
3. Eko Tri Winarno
Dengan pemberian penghargaan ini diharapkan karyawan tersebut dapat mempertahankan kinerja yang telah diraih dan mempertahankannya serta bisa memotivasi karyawan lain agar sungguh-sungguh dalam bekerja dan berdedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

25 Maret 2015

Peluncuran Kelas Memasak (Launching Cooking Class)

"Pemahaman masyarakat tentang makanan bergizi masih sangat kurang, mereka masih mempercayai bahwa masakan yang mahal lah yang mempunyai nilai gizi tinggi padahal dari tahu aja terkandung berbagai macam zat gizi yang cukup baik jika dikonsumsi", demikian sambutan dr. Novita Sabjan dalam acara Launching Cooking Class di Aula Puskesmas 1 Cilongok, Rabu (25 Maret 2015). Beliau menambahkan "pola masakan masyarakat masih itu-itu aja dalam mengolah tahu sehingga lama kelamaan menjadi bosan, jika saja dikelola dengan baik dalam mengolah menjadi masakan lain maka tahu tak kalah menariknya dengan masakan lain yang lebih mahal dan tak kalah pula kandungan gizi di dalamnya"


Kegiatan ini bertajuk "Launching Cooking Class" dan merupakan kerja sama dengan PT. Ikafood Putramas yang lebih dikenal dengan Kokita,  Pelaksanannya dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, kepala desa se wilayah Puskesmas 1 Cilongok, Pokja III Kecamatan Cilongok, PKK Kecamatan Cilongok serta kader Posyandu yang mewakili tiap-tiap desa serta mempunyai tema memasak sehat tanpa perlu mahal.
Kelas Memasak (Cooking Class)  merupakan terobosan baru Puskesmas 1 Cilongok dalam meningkatkan status gizi serta mengikutsertakan masyarakat dalam kegiatannya. Diharapkan setiap bulan diadakan cooking class dengan melibatkan masyarakat untuk lebih berkreasi dalam pembuatan makanan yang hemat, efisien dan bergizi tinggi serta dengan bahan yang mudah di dapatkan di tengah-tengah masyarakat.


Kegiatan ini diresmikan dengan pemotongan pita oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas yang dalam hal ini diwakili oelh Baharudin, SKM selaku Kasi Kesehatan Gizi DKK Banyumas, dalam sambutannya beliau juga menyampaikan bahwa masih ditemukan beberapa anak yang mengalami KEK dan gizi buruk di beberapa desa di wilayah Kabupaten Banyumas yang mana ditimbulkan karena ketidakmampuan ekonomi serta ketidakpahaman tentang makanan bergizi yang dikonsumsi setiap hari. dengan adanya kegiatan ini beliau berharap bahwa status gizi dapat ditingkatkan dan dipertahankan karena melibatkan masyarakat langsung dalam pelaksanaannya.


Adapun chef yang mewakili KOKITA diketuai oleh Chef Dwi Santoso serta dibantu Chef Apriyanto mengajarkan cara memasak sehat serta bernilai gizi tinggi kepada peserta yang hadir. Dalam ini dipraktekan pembuatan 3 menu masakan yang kebetulan bahan bakunya tahu dan singkong yang merupakan produk andalan dari salah satu desa di kawasan Cilongok sendiri.
3 menu tersebut antara lain :
1. Arancini Singkong dan Keju
2. Tahu Gordon Blue
3. Tumis Tahu Ayam Masak Brokoli



Acara berlangsung dengan penuh antusias dengan peserta memperhatikan dengan seksama penjelasan dari chef tentang bahan yang disiapkan, cara pembuatan serta teknik penyajian terhadap menu masakan yang ditampilkan serta sesekali chef memberikan candaan sehingga acara tidak berlangsung stagnan.


Di akhir acara chef memberikan pertanyaan kepada beberapa peserta tentang kegiatan memasak yang telah dilaksanakan serta memberikan hadiah berupa paket menu masakan bagi yang bisa menjawabnya, adapula beberapa peserta yang bertanya langsung tentang bagaimana cara membuat masakan lebih enak dan bervariasi.





12 Maret 2015

Koordinasi Bidang Kesehatan Tahun 2015 Kecamatan Cilongok

Hari ini Puskesmas 1 Cilongok bekerja sama dengan Puskesmas 2 Cilongok mengadakan pertemuan koordinasi bidang kesehatan tahun 2015, pertemuan ini melibatkan seluruh komponen masyarakat yang diwakili oleh kepala desa se Kecamatan Cilongok, Jajaran Muspika, Pengurus PKK Kecamatan, UPK , Ketua FMM Kecamatan Cilongok serta instansi terkait.


Pertemuan ini dimaksudkan untuk menurunkan AKI, AKB serta peran serta aktif masyarakat dalam bidang UKM sehingga kegiatan kesehatan dapat menjadi tanggung jawab bersama tidak hanya berpusat pada petugas kesehatan yang ada.



Pertemuan ini dibuka oleh Susiana Widyaningsih, AMd. Keb selaku ketua panitia, beliau menjelaskan tentang maksud dari diadakannya pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut dari pertemuan GSIB yang diadakan di Semarang pada bulan kemarin bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam Penyampaian Bidang Kesehatan berhubungan dengan AKI dan AKB yang terjadi dalam 1 tahun dan tindak lanjut yang akan dilaksanakan agar proses GSIB dapat dilakukan bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat.



Alex Teguh Wibawa Manurung, S.Sos selaku Camat Cilongok juga memberikan sambutan tentang permasalahan yang dihadapi dalam bidang kesehatan di Kecamatan Cilongok. Beliau sangat setuju dengan program yang dicanangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas yang berusaha keras dengan berbagai cara agar AKI AKB dapat menurun secara signifikan. lebih lanjut beliau siap sebagai garda terdepan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan dalam hal ini AKI AKB agar dapat diturunkan seminimal mungkin.


Pemaparan dilanjutkan oleh dr. Novita Sabjan selaku Kepala Puskesmas 1 Cilongok, beliau memaparkan tentang pelayanan kesehatan yang ada di Puskesmas 1 Cilongok. Dari data yang ada menunjukan Data AKI di Kabupaten Banyumas tahun 2014 sebesar 33 orang, sedangkan AKB sebesar 256 orang. Untuk Puskesmas 1 Cilongok menyumbang AKB sejumlah 2 orang, dan AKB sejumlah 2. Hal ini tentu sangat memprihatinkan kejadian tersebut ada di Kecamatan Cilongok. Oleh karena itu perlu kewaspadaan dan tingkat pengetahuan yang cukup bagi masyarakat agar lebih mengetahui tentang tanda-tanda bahaya kehamilan untuk mengurangi AKI dan AKB. Perlu diketahui juga bahwa penyebab kematian langsung yang sering terjadi adalah dikarenakan Eklampsi, sedangkan penyebab kematian tidak langsung berasal dari penyakit jantung yang diderita oleh ibu hamil.


Kepala Puskesmas 2 Cilongok, Ahmad Susanto, SKM juga memberikan pemaparan tentang pelayanan kesehatan di wilayahnya, Usaha yang diperlukan untuk menurunkan AKI AKB serta memberikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut bekerja sama dalam menurunkan AKI AKB di wilayah Puskesmas 2 Cilongok. Diakhir pemaparan dilakukan pembubuhan tanda tangan tentang komitmen bersama peduli kesehatan ibu dan anak oleh masing-masing peserta sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan ibu dan anak yang berkesinambungan.




Dalam kegiatan ini juga dibacakan draft Maklumat Pelayanan (MP) dari masing-masing Puskesmas yang berisi visi misi, slogan, standar pelayanan, sarana dan prasarana yang dimiliki, alur pelayanan, serta pelayanan informasi, penyampaian keluhan kritik dan saran masyarakat. Kemudian dari draft yang telah dibacakan pihak Puskesmas memberikan kesempatan bagi peserta yang hadir yang merupakan perwakilan dari masyarakat untuk memberikan masukan perihal draft maklumat pelayanan. Setelah semua draft disetujui kemudian dilakukan penandatangan Maklumat Pelayanan oleh Kepala Puskesmas beserta salah satu perwakilan dari tokoh masyarakat di wilayah setempat masing-masing Puskesmas.







P E N G U M U M A N NOMOR : 810/         /2020 Dalam rangka memenuhi kebutuhan SDM, Puskesmas Cilongok I Dinas Kesehatan Kabupaten B...