31 Oktober 2015

Benarkah I-Doser Digital Narkotika Sebabkan Kecanduan??

Benarkah I-Doser Digital Narkotika Sebabkan Kecanduan Dr. Taruna Ikrar, M.D., PhD adalah Adjunct Professor, dan Pengajar di Fakultas Kedokteran, University of California, Amerika Serikat


Laporan Dr. Taruna Ikrar, M.D., PhD*)

Dewasa ini Digital Narkotik baru saja membuat kehebohan, karena di beritakan bahwa I-Doser dapat meimbulkan Halusinasi, Ilusi, hingga ketergantungan, layaknya Narkotik. Kontroversi ini sebetulnya bukan hanya terjadi di Indonesia bahkan diberbagai Negara maju didunia, semisal Amerika Serikat.
Pemerintah Amerika Serikat, telah melarang penggunaan iPod dan ponsel pintar ke aplikasi dan situs I-Doser disemua sekolah dinegeri paman sam tersebut. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi ini masih bersifat pro dan kontra, karena masih ada bukti ilmiah yang mendukung klaim efek penggunaannya, berdasarkan gelombang suara binaural.

A. Penggunaan Gelombang Suara Binaural
Secara prinsip penggunaan I-Doser merupakan sebuah aplikasi suara yang memperdegarkan audio proprietary. Penggunaan I-Doser bertujuan untuk mensimulasikan keadaan mental tertentu melalui penggunaan gelombang suara binaural beats. Suara binaural merupakan dua nada yang mengalun dalam frekuensi nada di bawah 1,00 Hz. Ditemukan pada tahun 1839 oleh Heninrich Wilhelm Dove, dia menggunakan untuk relaksasi, meditasi dan kreativitas.
Binaural beats, atau nada binaural, adalah artefak pengolahan pendengaran, atau suara, yang disebabkan oleh rangsangan fisik tertentu. Efek pada gelombang otak tergantung pada perbedaan dalam frekuensi setiap nada. Misalnya, jika 300 Hz dimainkan di satu telinga dan 310 yang lain, maka binaural beat akan memiliki frekuensi 10 Hz.
Penelitian neurosains dilaporkan beberapa efek dari I-Doser menunjukkan bahwa dapat mempengaruhi aspek kinerja mental dan suasana hati, bahkan bisa berefek sebagai suplemen penurun rasa sakit atau bahkan mempengaruhi persepsi. Otak menghasilkan fenomena yang mengakibatkan denyutan-frekuensi rendah dalam amplitudo dan lokalisasi suara suara yang dirasakan ketika dua nada pada frekuensi yang sedikit berbeda disajikan secara terpisah. Perbedaan Nada akan dirasakan, seolah-olah dua nada dicampur secara alami, dalam otak. Perbedaan antara dua frekuensi yang kurang atau sama dengan 30 Hz akan memberikan efek pada orang yang mendengarkan suara tersebut.
Jika nada murni yang berbeda disajikan untuk setiap telinga, akan ada fase perbedaan waktu yang dirasakan berdarkan perbedaan frekuensi antara kedua sinyal yang diterima antara kedua telinga. Jika perbedaan frekuensi antara sinyal yang didengar oleh telinga lebih rendah dari beberapa hertz, sehingga sistem pendengaran dapat mengikuti perubahan perbedaan tersebut dalam waktu interaural. Sehingga pendengaran akan merasakan perbedaan frekwensi tersebut dan memberikan efek pada kesadaran si pendengar.
 Sensasi binaural beats diyakini berasal di inti "olivary superior", bagian dari batang otak. Mereka tampaknya terkait dengan kemampuan otak untuk menemukan sumber suara dalam tiga dimensi dan untuk melacak bergerak suara, yang juga melibatkan colliculus inferior (IC) neuron. Selanjutnya mengaktifkan sensorimotor pada daerah lain diotak, yaitu daerah: cingulate, opercular bilateral, ventral korteks prefrontal, subcortically, insula anterior, putamen, dan thalamus.
Namun, tidak semua peneliti neurosains percaya akan efek diatas, bahkan peneliti dari Oregon Health dan Science University mersa skeptis atau tidak percaya, dan menganggap I-doser nya berupa suara ilusi semata.

B. Fungsi Otak dan Binaural Beats
Binaural beats dapat mempengaruhi fungsi otak dengan cara rangsangan atau stimulasi reseptor pendengaran. Konsepnya adalah bahwa jika salah satu bagian pendengaran menerima stimulus dengan frekuensi di kisaran gelombang otak tertentu, selanjutnya frekuensi gelombang otak dominan, sehingga dikatakan cenderung bergerak ke arah frekuensi stimulus .
Selain itu, gelombang suara binaural berhubungan dengan persepsi dan stereo spasial pendengaran dan sesuai dengan frekuensi respon, yang akan mengaktivasi berbagai situs di otak berikut. Telah diketahui bahwa pendengaran manusia terbatas pada rentang frekuensi dari 20 Hz sampai 20.000 Hz, tetapi frekuensi gelombang otak manusia berada di bawah sekitar 40 Hz. Sebagai contoh, jika sebuah gelombang sinus 315 Hz didengar oleh telinga kanan dan 325 Hz ke telinga kiri, otak akan menerima perbedaan frekuensi sekitar 10 Hz, (Gelombang alpha).
Selanjutnya gelombang alpha dikaitkan dengan relaksasi, ini memiliki efek relaksasi, atau jika dalam rentang beta, lebih kewaspadaan. Percobaan dengan rangsangan suara binaural menggunakan frekuensi dalam kisaran beta pada beberapa peserta dan berbagai delta / theta pada peserta lain yang ditemukan kinerja kewaspadaan yang lebih baik dan suasana hati pada mereka tentang keadaan siaga terjaga stimulasi beta-range.
Sehingga penggunaan binaural telah digunakan cukup luas dalam upaya untuk mendorong berbagai atau merangsang munculnya efek relaksasi, fokus, perhatian, dan kondisi kesadaran. Bahkan penelitian telah membuktikan bahwa dengan latihan yang sering dalam upaya membedakan frekuensi suara, dapat memberikan efek terhadap plastisitas sel-sel saraf.

C. Perbedaan I-Doser vs. Narkotika
I-Doser berbeda dengan Narkotika Kimiawi. Dimana Narkotika kimiawi adalah setiap senyawa psikoaktif dengan sifat yang menginduksi sistem saraf pusat. Misalnya: morfin, heroin dan turunannya, seperti xanax. Dari sudut pandang farmakologi, narkotika digunakan hanya untuk menghilangkan rasa sakit yang parah. Ketika digunakan dengan hati-hati dan di bawah perawatan langsung dokter, obat ini dapat efektif dalam mengurangi rasa sakit. Obat-obat tersebut bekerja pada sistem saraf pusat di Otak, yang secara spesifik menghambat rasa sakit, namun dilain sisi memberikan efek samping euphoria, dan delusi, bahkan berbagai efek samping yang sangat membahayakan.
Kecanduan narkoba dapat menyebabkan akibat yang serius, dengan konsekuensi jangka panjang, yang berhubungan dengan kesehatan fisik, mental, pekerjaan, dan hukum. Dengan akibat yang berbahaya tersebut, penderita membutuhkan bantuan dari dokter, keluarga, teman, pendukung atau bahkan program pengobatan terorganisir untuk mengatasi kecanduan narkoba.
 
Beberapa gejala berikut, meliputi: Kegagalan penderita untuk berhenti menggunakan narkotika akibat ketergantungan, gangguan persepsi visual, pendengaran dan rasa, Memori yang buruk (penurunan daya ingat), peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, mata merah, koordinasi penurunan, kesulitan berkonsentrasi, peningkatan nafsu makan, perlambatan reaksi, berpikir paranoid, delusi dan euphoria. Perasaan berlebihan sebahagiaan besar atau baik makhluk (euforia), koordinasi penurunan, mengantuk dan kehilangan kesadaran. Bahkan pada dosis tinggi, mereka dapat menyebabkan kejang, koma dan kematian.
Perawatan kecanduan narkoba dilakukan rawat inap terorganisir atau program pengobatan rawat jalan, konseling, dan kelompok masyarakat. Khususnya untuk membantu menolak menggunakan obat adiktif setelah fase rehabilitasi. Hal ini sangat tergantung pada tingkat kecanduan, bahkan mungkin diperlukan langkah-langkah untuk medis dengan menggunakan obat anti narkoba (detoksifikasi).
Demikian pula perlu pentahapan dalam mengobati penderita ketergantungan narkotika, sebagai berikut: (Konseling) Terapi perilaku dapat membantu penderita mengembangkan cara-cara untuk mengatasi ketagihannya. Detoksifikasi adalah untuk berhenti keracunan obat adiktif secepat dan seaman mungkin. Detoksifikasi , dapat diterapkan secara bertahap mengurangi dosis obat atau mengganti sementara zat lain, seperti metadon, yang memiliki efek samping yang kurang parah.
Selanjutnya, Berbeda dengan I-Doser, tidak memiliki spesifik reseptor didalam otak, yang bisa menimbulkan ketergantungan seperti pada narkotika kimiawi. Sehingga dengan demikian I-Doser tidak akan bisa menyebabkan ketagihan layaknya narkotika. I-Doser hanya meneybabkan efek relaksasi dan suasana kegembiaraan, dengan efek psikologis mengurangi rasa sakit. I-doser hanya bisa menimbulkan efek ketertarikan seperti jika seseorang menikmati lagu tertentu, sehingga mereka menikmati dan mengalami fans berat pada penyanyi dan lagu-lagu tersebut.
*) Dr. Taruna Ikrar, M.D., PhD adalah Adjunct Professor, dan Pengajar di Fakultas Kedokteran, University of California, Amerika Serikat

28 Maret 2015

Peluncuran Posbindu (Pos Binaan Terpadu) Harapan Sehat Puskesmas 1 Cilongok

Posbindu (Pos Binaan Terpadu) yang telah dilaksanakan oleh Puskesmas 1 Cilongok sejak dirintis di Desa Karanglo mulai melebarkan sayapnya di beberapa desa di wilayah Puskesmas 1 Cilongok, hal ini ditandai dengan dibukanya Posbindu Desa Cikidang, Desa Karang Tengah, Desa Panembangan dan Desa Gununglurah. Hal ini dikarenakan begitu antusiasnya respon masyarakat terhadap pelayanan kesehatan Posbindu. Posbindu merupakan kegiatan yang berbasis pada masyarakat dan merupakan pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar gedung dan petugasnya sendiri melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya.

Seiring dengan kesuksesan Posbindu di beberapa desa yang telah dilaksanakan maka puskesmas berinisiatif untuk mengadakan Posbindu sendiri di kalangan karyawan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui status kesehatan para karyawan yang mencakup IMT, tekanan darah, status gizi, kadar kolesterol, asam urat serta gula darah. Dalam perkembangannya Posbindu yang dilaksanakan di Puskesmas diberi nama "Posbindu Harapan Sehat". Hal ini dimaksudkan agar karyawan diharapkan selalu sehat dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga kegiatan pelayanan dapat berlangsung dengan lancar tanpa kendala apapun.


Posbindu Harapan Sehat terdiri dari 5 meja, yaitu
1. Meja 1 : Pendaftaran
2. Meja 2 : Pemeriksaan Fisik berupa pengukuran tekanan darah, berat badan dan tingi badan
3. Meja 3 : Pemeriksaan Biokimia berupa pemeriksaan asam urat, kolesterol
4. Meja 4 : Konseling
5. Meja 5 : Pencatatan


Hari ini secara resmi Posbindu Harapan Sehat Puskesmas 1 Cilongok dibuka, pelaksanaan kegiatan dijadwalkan setiap minggu ke 4.
Posbindu ini memiliki slogan "CERDIK" yang merupakan singkatan dari :
1. C : Cek Kesehatan secara berkala
2. E : Enyahkan Asap Rokok
3. R : Rajin berolahraga
4. D : Diet seimbang
5. I : Istirahat yang cukup
6. K : Kelola Stress


Lokakarya Mini Puskesmas Bulan Maret 2015

Hari ini, Sabtu 28 Maret 2015 diadakan lokakarya mini Puskesmas seperti yang biasa dilakukan setiap bulan. Lokakarya mini kali ini bertempat di aula Puskesmas 1 Cilongok dan dihadiri oleh seluruh karyawan/ karyawati Puskesmas.
Dalam sambutannya, dr. Novita Sabjan menguraikan beberapa hal yang perlu diketahui oleh seluruh karyawan. beliau menjelaskan bahwa ada sebuah wacana dari Bupati Banyumas yang menginginkan tidak ada pembatasan wilayah bagi pasien yang ingin berobat di Puskesmas terutama bagi pasien pemegang KBS dan BPJS di luar wilayah FKTP bersangkutan. Bupati mengharapkan pasien tersebut harus tetap dilayani walaupun tanpa ada biaya pendaftaran, namun pelaksanaannya harus menunggu surat edaran untuk jadwal pelaksanaan dan realisasinya. Beliau juga menyoroti tentang pentingnya Rekam Medik baik buat Puskesmas maupun pasien itu sendiri karena Rekam medik merupakan rahasia pasien dan memiliki kekuatan hukum dan setiap org tidak bisa untuk mengetahui isi dari rekam medis bahkan untuk memasuki ruangan RM pun tidak sembarang orang.


Di tengah acara diadakan sumpah bagi petugas RM dalam hal ini Saudara Yuli Tri Antoro yang telah mengikuti pelatihan Rekam Medik selama 3 minggu di bulan sebelumnya, dalam pengucapan sumpah tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas 1 Cilongok serta disaksikan oleh 4 perwakilan karyawan Puskesmas. Kepala Puskesmas berharap agar sistem rekam medik dapat diperbaharui sesuai dengan pelatihan yang didapatkan sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan dokumen pasien dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada pasien itu sendiri maupun pada hukum yang berlaku. Beliau menjelaskan bahwa petugas rekam medik mempunyai tanggungjawab untuk menjaga kerahasiaan serta dedikasi tinggi terhadap dokumen rekam medik sehingga harus disumpah.


Acara dilanjutkan dengan pemamaparan materi yang disampaikan oleh Yuli Tri Antoro selaku petugas rekam medik, beliau menyampaikan kembali tentang hasil yang diperoleh dari pelatihan selama 3 minggu diantaranya tentang definisi, fungsi rekam medik sampai dengan metode penyimpanan dokumen rekam medik itu sendiri. 


Di akhir acara diberikan 3 penghargaan karyawan berprestasi tingkat Puskesmas, perhitungannya mengacu pada kinerja karyawan selama 1 tahun terakhir. Karyawan tersebut layak mendapatkan penghargaan atas kinerjanya selama ini .
Adapun karyawan yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah :
1. Bapak Jumadi
2. Dewi Probowati, AMd. Keb
3. Eko Tri Winarno
Dengan pemberian penghargaan ini diharapkan karyawan tersebut dapat mempertahankan kinerja yang telah diraih dan mempertahankannya serta bisa memotivasi karyawan lain agar sungguh-sungguh dalam bekerja dan berdedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

25 Maret 2015

Peluncuran Kelas Memasak (Launching Cooking Class)

"Pemahaman masyarakat tentang makanan bergizi masih sangat kurang, mereka masih mempercayai bahwa masakan yang mahal lah yang mempunyai nilai gizi tinggi padahal dari tahu aja terkandung berbagai macam zat gizi yang cukup baik jika dikonsumsi", demikian sambutan dr. Novita Sabjan dalam acara Launching Cooking Class di Aula Puskesmas 1 Cilongok, Rabu (25 Maret 2015). Beliau menambahkan "pola masakan masyarakat masih itu-itu aja dalam mengolah tahu sehingga lama kelamaan menjadi bosan, jika saja dikelola dengan baik dalam mengolah menjadi masakan lain maka tahu tak kalah menariknya dengan masakan lain yang lebih mahal dan tak kalah pula kandungan gizi di dalamnya"


Kegiatan ini bertajuk "Launching Cooking Class" dan merupakan kerja sama dengan PT. Ikafood Putramas yang lebih dikenal dengan Kokita,  Pelaksanannya dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, kepala desa se wilayah Puskesmas 1 Cilongok, Pokja III Kecamatan Cilongok, PKK Kecamatan Cilongok serta kader Posyandu yang mewakili tiap-tiap desa serta mempunyai tema memasak sehat tanpa perlu mahal.
Kelas Memasak (Cooking Class)  merupakan terobosan baru Puskesmas 1 Cilongok dalam meningkatkan status gizi serta mengikutsertakan masyarakat dalam kegiatannya. Diharapkan setiap bulan diadakan cooking class dengan melibatkan masyarakat untuk lebih berkreasi dalam pembuatan makanan yang hemat, efisien dan bergizi tinggi serta dengan bahan yang mudah di dapatkan di tengah-tengah masyarakat.


Kegiatan ini diresmikan dengan pemotongan pita oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas yang dalam hal ini diwakili oelh Baharudin, SKM selaku Kasi Kesehatan Gizi DKK Banyumas, dalam sambutannya beliau juga menyampaikan bahwa masih ditemukan beberapa anak yang mengalami KEK dan gizi buruk di beberapa desa di wilayah Kabupaten Banyumas yang mana ditimbulkan karena ketidakmampuan ekonomi serta ketidakpahaman tentang makanan bergizi yang dikonsumsi setiap hari. dengan adanya kegiatan ini beliau berharap bahwa status gizi dapat ditingkatkan dan dipertahankan karena melibatkan masyarakat langsung dalam pelaksanaannya.


Adapun chef yang mewakili KOKITA diketuai oleh Chef Dwi Santoso serta dibantu Chef Apriyanto mengajarkan cara memasak sehat serta bernilai gizi tinggi kepada peserta yang hadir. Dalam ini dipraktekan pembuatan 3 menu masakan yang kebetulan bahan bakunya tahu dan singkong yang merupakan produk andalan dari salah satu desa di kawasan Cilongok sendiri.
3 menu tersebut antara lain :
1. Arancini Singkong dan Keju
2. Tahu Gordon Blue
3. Tumis Tahu Ayam Masak Brokoli



Acara berlangsung dengan penuh antusias dengan peserta memperhatikan dengan seksama penjelasan dari chef tentang bahan yang disiapkan, cara pembuatan serta teknik penyajian terhadap menu masakan yang ditampilkan serta sesekali chef memberikan candaan sehingga acara tidak berlangsung stagnan.


Di akhir acara chef memberikan pertanyaan kepada beberapa peserta tentang kegiatan memasak yang telah dilaksanakan serta memberikan hadiah berupa paket menu masakan bagi yang bisa menjawabnya, adapula beberapa peserta yang bertanya langsung tentang bagaimana cara membuat masakan lebih enak dan bervariasi.





12 Maret 2015

Koordinasi Bidang Kesehatan Tahun 2015 Kecamatan Cilongok

Hari ini Puskesmas 1 Cilongok bekerja sama dengan Puskesmas 2 Cilongok mengadakan pertemuan koordinasi bidang kesehatan tahun 2015, pertemuan ini melibatkan seluruh komponen masyarakat yang diwakili oleh kepala desa se Kecamatan Cilongok, Jajaran Muspika, Pengurus PKK Kecamatan, UPK , Ketua FMM Kecamatan Cilongok serta instansi terkait.


Pertemuan ini dimaksudkan untuk menurunkan AKI, AKB serta peran serta aktif masyarakat dalam bidang UKM sehingga kegiatan kesehatan dapat menjadi tanggung jawab bersama tidak hanya berpusat pada petugas kesehatan yang ada.



Pertemuan ini dibuka oleh Susiana Widyaningsih, AMd. Keb selaku ketua panitia, beliau menjelaskan tentang maksud dari diadakannya pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut dari pertemuan GSIB yang diadakan di Semarang pada bulan kemarin bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam Penyampaian Bidang Kesehatan berhubungan dengan AKI dan AKB yang terjadi dalam 1 tahun dan tindak lanjut yang akan dilaksanakan agar proses GSIB dapat dilakukan bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat.



Alex Teguh Wibawa Manurung, S.Sos selaku Camat Cilongok juga memberikan sambutan tentang permasalahan yang dihadapi dalam bidang kesehatan di Kecamatan Cilongok. Beliau sangat setuju dengan program yang dicanangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas yang berusaha keras dengan berbagai cara agar AKI AKB dapat menurun secara signifikan. lebih lanjut beliau siap sebagai garda terdepan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan dalam hal ini AKI AKB agar dapat diturunkan seminimal mungkin.


Pemaparan dilanjutkan oleh dr. Novita Sabjan selaku Kepala Puskesmas 1 Cilongok, beliau memaparkan tentang pelayanan kesehatan yang ada di Puskesmas 1 Cilongok. Dari data yang ada menunjukan Data AKI di Kabupaten Banyumas tahun 2014 sebesar 33 orang, sedangkan AKB sebesar 256 orang. Untuk Puskesmas 1 Cilongok menyumbang AKB sejumlah 2 orang, dan AKB sejumlah 2. Hal ini tentu sangat memprihatinkan kejadian tersebut ada di Kecamatan Cilongok. Oleh karena itu perlu kewaspadaan dan tingkat pengetahuan yang cukup bagi masyarakat agar lebih mengetahui tentang tanda-tanda bahaya kehamilan untuk mengurangi AKI dan AKB. Perlu diketahui juga bahwa penyebab kematian langsung yang sering terjadi adalah dikarenakan Eklampsi, sedangkan penyebab kematian tidak langsung berasal dari penyakit jantung yang diderita oleh ibu hamil.


Kepala Puskesmas 2 Cilongok, Ahmad Susanto, SKM juga memberikan pemaparan tentang pelayanan kesehatan di wilayahnya, Usaha yang diperlukan untuk menurunkan AKI AKB serta memberikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut bekerja sama dalam menurunkan AKI AKB di wilayah Puskesmas 2 Cilongok. Diakhir pemaparan dilakukan pembubuhan tanda tangan tentang komitmen bersama peduli kesehatan ibu dan anak oleh masing-masing peserta sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan ibu dan anak yang berkesinambungan.




Dalam kegiatan ini juga dibacakan draft Maklumat Pelayanan (MP) dari masing-masing Puskesmas yang berisi visi misi, slogan, standar pelayanan, sarana dan prasarana yang dimiliki, alur pelayanan, serta pelayanan informasi, penyampaian keluhan kritik dan saran masyarakat. Kemudian dari draft yang telah dibacakan pihak Puskesmas memberikan kesempatan bagi peserta yang hadir yang merupakan perwakilan dari masyarakat untuk memberikan masukan perihal draft maklumat pelayanan. Setelah semua draft disetujui kemudian dilakukan penandatangan Maklumat Pelayanan oleh Kepala Puskesmas beserta salah satu perwakilan dari tokoh masyarakat di wilayah setempat masing-masing Puskesmas.







3 Februari 2015

PKL pendampingan akreditasi

Pada hari ini Puskesmas 1 Cilongok kedatangan rombongan dari BPTP Gombong Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan praktek pendsmpingan akreditasi Puskesmas. Rombongan terdiri dari 15 orang yang terdiri dari berbagai bidang sesuai dengan evaluasi penilaian yang ada dan diketuai oleh Bapak Endradi, SKM

Rombongan diterima kedatangannya di gedung puskesmas 1 cilongok pada jam 09.00 WIB dan disambut langsung oleh dr. Novita Sabjan selaku kepala Puskesmas.



Acara dibuka dengan ucapan selamat datang dari karyawan puskesmas serta kegiatan pengenalan dari rombongan. Acara dimulai dengan sambutan Kepala Puskesmas serta dilanjutkan dengan perkenalan dari rombongan tim akreditasi BPTPK Gombong.


Dalam kegiatannya dr. Novita Sabjan memberikan pemaparan tentang profil Puskesmas 1 Cilongok serta pencapaian yang telah diraih selama ini dengan menjabarkan kegiatan unggulan antara lain
1. Vanguard emas usaid tahun 2012
2. Posbindu binaan Balai Penelitian Kesehatan Kemenkes RI
3. Memiliki 11 desa siaga aktif. Desa cikidang sbgai desa PHBS ke 2 tingkat propinsi
4. Pembinaan PIRT
5. Pilot project klinik thalasemia
6. Cooking Class. Penyuluhan gizi. Praktek pengolahan makanan


Persiapan akreditasi puskesmas telah dimulai mulai akhir tahun 2013, kegiatan yg dilakukan antara lain.
1. Sosialisasi
2. Menyusun tim akreditasi
3. Pelatihan internal akreditasi
4. Pelatihan pembuatan kerangka acuan
5. Inventarisasi kebutuhan dokumen akreditasi.

24 Januari 2015

Sosialisasi Akreditasi, Tata Kelola dan Kerangka Acuan


Memasuki tahun 2015 ini Puskesmas 1 Cilongok menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan status akreditasi bagi pelayanan yang selama ini dilaksanakan, untuk dapat menjalankannya diperlukan sosialisasi tentang apa itu akreditasi dan bagaimana pengelolaannya.
Hari ini dilaksanakan sosialisasi akreditasi serta pembagian tim yang bertempat di aula Puskesmas 1 Cilongok, rapat ini dihadiri oleh 16 karyawan yang terdiri dari berbagai elemen.


dalam pertemuan ini dibagi beberapa tim yang terdiri dari 3 koordinator ditambah auditor internal dan keuangan.yang masing2 bertanggungjawab untuk memenuhi standar serta elemen penilaian yang dibutuhkan.



Diharapkan dengan adanya pembagian tim koordinasi maka akreditasi dapat berjalan dengan baik serta dapat memenuhi target waktu yang dibutuhkan. Untuk tindak lanjut akan dilakukan pertemuan secara rutin per koordinator dan dilakukan per BAB agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaannya.





6 Januari 2015

Kegiatan Out Bound Karyawan Puskesmas

"Kita harus kompak, solid, dan bekerja sama sebagai tim untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan", demikian sepatah kata dr. Novita Sabjan dalam acara kegiatan Outbund yang dilaksanakan pada hari Sabtu kemarin. Kegiatan Outbund ini diadakan untuk meningkatkan semangat kerja dan mentalitas karyawan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan pada pasien, di samping sebagai refreshing karyawan agar tidak terlalu jenuh karena berbagai rutinitas pekerjaan selama satu tahun.
Kegiatan ini melibatkan seluruh karyawan di Puskesmas 1 Cilongok yang terdiri berbagai elemen unsur kerja sebanyak 53 orang dan bertempat di salah satu kawasan outbund di sekitar lereng Gunung Slamet.



Dalam pelaksanaannya, karyawan dibagi dalam 5 kelompok untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas dalam setiap stase yang diberikan oleh pemandu outbound dalam hitungan waktu yang ditentukan. Masing-masing kelompok terdiri dari rata-rata 10 orang karyawan. Untuk pembagian kelompok jg diatur dengan cara yg unik dimana peserta disuruh mengitung dari 1 sampai 5 dan setiap karyawan yang mempunyai nomer sama maka berada dalam 1 kelompok.


Adapun stase yang harus diselesaikan oleh masing-masing kelompok antara lain :
1. stase toxic : kondisi di mana kelompok harus memindahkan racun dari suatu tempat ke tempat lain tanpa tertumpah hanya dengan menggunakan beberapa tali dan tmpt itu di kelilingi batas yang tidak boleh disentuh peserta.
2. stase bendera : kelompok harus mengambil bendera yang sesuai dengan warna kelompok dengan cara mengarungi sungai berarus deras sambil berenang.
3. stase merayap : kelompok harus melewati rintangan yang sempit dan berliku dengan cara merayap dan mata ditutup.
4. Stase Flying Fox : kelompok harus menyeberangi medan yang curam dengan menggunakan peralatan flying fox.
5.stase kolam ikan : kelompok harus menangkap ikan di kolam sawah sebanyak mungkin hanya dengan menggunakan tangan dan peralatan sederhana.


setelah melewati berbagai stase yang diberikan, kelompok akan dinilai berdasarkan hasil yang diperoleh berdasarkan kekompakan dan waktu yang diberikan, sehingga semakin cepat stase diselesaikan maka nilai yang didapat semakin tinggi.


Di sela-sela acara diadakan paint ball dengan menggunakan peralatan seperti perang yang sudah standar, sehingga masing-masing kelompok mempunyai misi untuk dapat merebut markas kelompok lain dengan cara merebut bendera yang terletak di markas kelompok lain.


Di akhir acara diumumkan juara dari setiap kelompok yang telah menyelesaikan tugas berdasarkan prestasi yang dinilai oleh penyelenggara. Serta diberikan hadiah sesuai dengan juara yang diraihnya serta doorprize bagi setiap peserta yang ikut dalam kegiatan kelompok.

18 Desember 2014

Kunjungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri

BLUD telah dilaksanakan oleh Puskesmas 1 Cilongok beserta jajaran UPTD lain dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas semenjak Juni 2014, dalam pelaksanaannya terdapat berbagai kelebihan dan kekurangan. Melalui proses sejak setahun sebelumnya jajaran Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Banyumas dalam pelaksanaannya.

Setelah adanya kunjungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo beberapa waktu lalu, hari senin yang lalu Puskesmas 1 Cilongok mendapatkan kunjungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Wonigiri, kegiatan ini bertujuan untuk menimba ilmu tentang pelaksanaan BLUD di tingkat UPTD dalam hal ini Puskesmas dalam cakupan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri.


Rombongan terdiri dari jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri beserta perwakilan dari UPTD Puskesmas dalam wilayah kabupaten tersebut yang berjumlah 60 orang, rombongan sebelumnya mengadakan pertemuan dengan Dinas Kabupaten Banyumas di Purwokerto. kegiatan dilanjutkan dengan menuju lokasi Puskesmas yang dituju dalam hal ini Puskesmas 1 Cilongok dan Puskesmas 1 Wangon.



Rombongan tiba di Puskesmas 1 Cilongok yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dr. Widodo, M.Kes serta didampingi oleh dr. Istanto, M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas beserta jajarannya.



Acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh dr. Novita Sabjan selaku kepala Puskesmas 1 Cilongok mengenai pelaksanaan BLUD di Puskesmas. dalam paparannya dr. Novita menjelaskan tentang hambatan dan kendala sebelum Puskesmas melaksanaan BLUD dari permasalahan kebutuhan tenaga, sarana prasarana dan teknis lainnya dan pada akhirnya kelebihan dengan pelaksanaan BLUD.
diharapkan dengan pelaksanaan BLUD, Puskesmas dapat lebih mengoptimalkan segala bentuk kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.





12 November 2014

Penghargaan bagi Puskesmas 1 Cilongok

Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke 50, Puskesmas 1 Cilongok telah menyambutnya dengan berbagai kegiatan dari lomba-lomba yang mengikutsertakan masyarakat sebagai pesertanya mulai dari lomba mewarnai tingkat TK, lomba penyuluhan kader kesehatan desa, kader kesehatan sekolah serta sanitasi institusi. Puncak dari perayaan HUT HKN adalah lomba jalan sehat yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan yang bertempat di GOR Satria Purwokerto.


Hari ini diadakan upacara Hari Kesehatan Nasional di Pelataran Pemda Kabupaten Banyumas yang dilangsung dipimpin oleh Bupati Banyumas, upacara ini diwakili oleh berbagai elemen tenaga kesehatan dari berbagai daerah di Kabupaten Banyumas.


Di akhir acara diumumkan berbagai penghargaan berkaitan dengan bidang kesehatan yang diberikan kepada institusi yang berprestasi. Alhamdulillah untuk tahun ini Puskesmas 1 Cilongok mendapatkan 3 penghargaan sekaligus yaitu :
1. Penghargaan dokter teladan tingkat Kabupaten Banyumas dalam hal ini dr. Novita Sabjan selaku kepala Puskesmas yang mendapatkannya
2. Juara 2 Lomba Sanitasi Puskesmas Tingkat Kabupaten Banyumas
3. Juara 1 Puskesmas Berprestasi Tingkat Kabupaten Banyumas.






Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam mendapatkan penghargaan ini, semoga penghargaan ini dapat tetap memicu kami untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat kecamatan cilongok khususnya dan Kabupaten Banyumas pada umumnya.

17 Oktober 2014

Penutupan Pendampingan Klinis (P2) Kabupaten Brebes

hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan P2 Kabupaten Brebes dari 5 hari yang ditetapkan oleh tim EMAS kabupaten Brebes, acara penutupan akan bertempat di Aula IDI Kabupaten Brebes dan akan dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Tegal, Brebes, tim EMAS provinsi Jateng, RS yang berada di wilayah Kabupaten Brebes serta tom mentor dan Puskesmas PONED yang dimentori.
 



Penyampaian RTL 3 dari Puskesmas yang dimentori yang diwakili oleh Kepala Puskesmas Sirampog memaparkan hasil evaluasi pendampingan yang telah dilakukan dengan  hasil : 
1.Puskesmas Kecipir pencapaian standar 40 % dan prosesnya 62,8 %
2. Puskesmas Kluwut capaian standar 48,6 dan proses 73,5
3. Puskesmas sirampog 20 % dan proses 45,8 %
4. Puskesmas Losari standar 20 % dan capaian proses 57,3 %
5. Puskesmas Bojongsari capaian standar 42,9 % dan standar 69,5 %
6. Puskesmas Jatibarang 28,6  % dan proses 60,2%
7. Puskesmas ketanggungan capaian standar 34,3 % dan proses 68 %
8. Puskesmas Salem capaian standar 28,3 % dan proses 63,5




sebagian besar RTl lebih menekankan pada beberapa hal :
a. input SDM dalam meningkatkan kompetensi dokter dan bidan dalam kegawatdaruratan,
b. pembangunan gedung PONED dan sarananya
c. menyediakan ruang khusus PI
d. pengajuan ambulans PONED
e. melengkapi SOP manajemen di UGD 
f. mengajukan kebijakan untuk menjadi BLUD
g. komitmen persalinan BPJS di PONED
h. pengamanan pasar tumpah dan pengadaan tempat parkir
i. pengoptimalan POGC (Principal Of Good Care)
j. pengoptimalan sistem komunikasi yang tersedia dalam hal rujukan 
k. pelatihan Pengelolaan dan Pencegahan Infeksi bagi karyawan Puskesmas
l. audit kasus rujukan dan kematian

P E N G U M U M A N NOMOR : 810/         /2020 Dalam rangka memenuhi kebutuhan SDM, Puskesmas Cilongok I Dinas Kesehatan Kabupaten B...