21 Oktober 2012

Gangguan Tiroid


Gangguan pada hormon tiroid umumnya tidak dikenal secara umum oleh masyarakat. Tapi jika ibu hamil diketahui memiliki gangguan hormon tiroid, kadar hormon harus diperiksa bersama bayi mereka saat lahir karena bayi dapat terpengaruh oleh hipotiroidisme.
Hypothyroidism adalah kondisi yang ditandai oleh produksi hormon tiroid rendah. Hormon ini berfungsi mengatur tingkat yang merangsang metabolisme tubuh seseorang untuk bekerja sesuai dengan fungsinya.
Wanita hamil yang memiliki penyakit tiroid hormonal memiliki dapat menyebabkan bayinya menderita hipotiroid pada saat lahir. Jika bayi sampai kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan kecacatan.
Jika bayi selalu tenang, aman dan tidak menangis sepanjang malam maka jangan dibiarkan, karena bisa menjadi hipotiroidisme bayi, terutama jika sang ibu sebelumnya pun memiliki gangguan tiroid.
Untuk itu diperlukan pemeriksaan hormon saat bayi lahir untuk diketahui apakah kelainan hormonal atau tidak. Dan untuk mencegah defisiensi hormon.
Penanganan yang benar dilakukan apabila seseorang yang memiliki hipotiroidisme meminum obat yang dapat membantu meningkatkan jumlah hormon tiroid dalam tubuh. Tapi oba tobatan untuk penderita sifilis tidak dianjurkan pada wanita hamil.
Obat tiroid yang dikonsumsi oleh wanita hamil tidak dapat disaring, sehingga obat ini akan ditransfer ke bayi melalui plasenta.
Penyakit tiroid lebih sering dialami oleh wanita dari pada laki-laki dan gejala sering tidak diketahui oleh pasien sehingga lolos dari diagnosis.

Tidak ada komentar: