Bekerja
di sebuah Fasilitas Pelayanan Kesehatan jelas tak bisa lepas dari kemungkinan kecelakaan kerja
atau bahaya yang salah satunya adalah kebakaran. Aspek bahaya ini menjadikan pekerja Puskesmas membuat suatu system keselamatan kerja. Sebelum itu maka
perlu difahami pula bagaimana proses terjadinya kebakaran, bahan-bahan kimia
apa saja yang mudah terbakar serta bagaimana cara penanggulangannya secara
benar.
Inilah yang dilakukan Puskesmas 1 Cilongok pada tanggal 15-16 Desember 2015 dalam kegiatan Inhouse Training (IHT) "Penanganan Kebakaran"
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh karyawan karyawati Puskesmas 1 Cilongok dengan narasumber Tim Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas. Yamg memberikan penjelasana tentang penanganan kebakaran dan melakukan pelatihan langsung cara penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
Segitiga Api |
Ditinjau
dari jenis api, dapat dikategorikan menjadi jenis api jinak dan liar. Jenis api
jinak artinya api yang masih dapat dikuasai oleh manusia, sedang jenis api liar
tidak dapat dikuasai. Inilah yang dinamakan kebakaran.
Proses
kebakaran atau terjadinya api sebenarnya bisa kita baca dari teori segitiga api
yang meliputi elemen bahan, panas dan oksigen. Tanpa salah satu dari ketiga
unsur tersebut, api tidak akan muncul. Oksigen sendiri harus membutuhkan diatas 10% kandungan
oksigen di udara yang diperlukan untuk memungkinkan terjadinya proses
pembakaran.
Sedang
mengenai sumber panas bisa bisa muncul dari beberapa sebab antara lain :
- Sumber api terbuka yaitu penggunaan api yang langsung dalam beraktifitas seperti : masak, las, dll.
- Listrik Dinamis yaitu panas yang berlebihan dari sistem peralatan/rangkaian listrik seperti : setrika, atau karena adanya korsleting.
- Listrik Statis yaitu panas yang ditimbulkan akibat loncatan ion negatif dengan ion positif seperti : peti.
- Mekanis yaitu panas yang ditimbulkan akibat gesekan/benturan benda seperti : gerinda, memaku, dll.
- Kimia yaitu panas yang timbul akibat reaksi kimia seperti : karbit dengan air
Agar bisa memadamkan secara cepat, perlu difahami segitiga api seperti yang telah diuraikan diatas yaitu menghilangkan salah satu unsur dari segitiga api.
Selain itu harus ada sarana dan prasarana alat pemadam kebakaran. Alat yang sifatnya tradisional masih bisa dipakai seperti karung goni, pasir, termasuk keperluan komunikasi kentongan dll. Sedang untuk alat pemadam kebakaran yang sifatnya umum antara antara lain Hidrant, Mobil pemadam kebakaran, Alat pemadam api ringan (APAR), sprinkler, dll.
Disamping itu alat pemadam api lain yang mempunyai sifat sebagai racun api, antara lain karbon dioksida, Bahan Kimia kering multi guna dan bubuk kering. Dari beberapa macam alat pemadam api tersebut masing‐masing mempunyai kegunaan dan aturan tersendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar